Kanker Perut

+6011-3432 0333

Kanker Perut

 +6011-3432 0333

Kanker perut atau lambung biasanya berkembang dari lapisan dalam lambung. Ia berawal dari bagian manapun dari perut dan boleh menyebar melalui perut ke organ lainnya; khususnya esofagus dan usus kecil. Ia juga dapat menyebar ke nodus limfa terdekat dan organ, seperti hati, paru-paru, pankreas atau pada organ yang letaknya lebih jauh, seperti kelenjar limfa di atas tulang selangka atau indung telur.

Selama beberapa dekade terakhir, jumlah penderita kanker perut tampaknya berkurang. Namun, jumlah penderita kanker esofagus (kanker saluran menelan makanan), gastroesofagus (persimpangan dari esofagus dan lambung) khususnya adenokarsinoma adalah meningkat.

Gejala-gejala

Tanda dan gejala kanker perut mungkin sulit didiagnosa karena kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala-gejala yang tipikal pada stadium awal penyakit ini. Gejala-gejala yang mereka alami sering disalah artikan sebagai flu perut atau gastritis.

Beberapa gejala-gejala yang umum di antaranya adalah:

  • Perut terasa kembung atau penuh setelah makan dalam porsi kecil
  • Perut terasa mulas. Ini mungkin mirip dengan mulas atau gangguan pencernaan
  • Mual dan muntah. Terkadang muntah darah
  • Nyeri pada perut
  • Muntah terus-menerus
  • Penurunan berat badan

Sebab dan faktor-faktor resiko

  • Umur: Umumnya terjadi pada orang berusia 55 tahun ke atas
  • Jenis kelamin : Pria beresiko 2x lebih besar daripada wanita
  • Wilayah tempat tinggal: Lebih umum terjadi di daerah di mana orang cenderung mengonsumsi makanan yang diawetkan, seperti Jepang, Korea di mana makanan diawetkan dengan cara dikeringkan, diasap, diasinkan dan diawetkan biasanya dikonsumsi. Semenjak penggunaan kulkas untuk mengawetkan makanan telah meningkat di pelosok dunia, jumlah penderita kanker perut telah berkurang. Makan makanan segar (buah dan sayur-sayuran) efektif melindungi tubuh dari penyakit ini.
  • Obesitas
  • Merokok
  • Infeksi: terinfeksi bakteri H pylori

Pengobatan

Jenis pengobatan untuk kanker perut memerlukan pencitraan diagnostik yang komprehensif dan inovatif dalam menentukan pengobatan yang tepat untuk tiap pasien.

Kanker terlokalisasi secara tipikal ditangani dengan pembedahan bersama kemoterapi dan radioterapi yang digunakan sekitar waktu pembedahan.

Pembedahan akan mengangkat kanker dan bagian tepi jaringan sehat termasuk nodus limfa yang bersangkutan.

Radiasi dapat digunakan bersama pembedahan sebelum atau sesudah pembedahan tergantung pada situasi. Terapi radiasi juga dapat digunakan setelah pembedahan untuk membersihkan sel-sel kanker yang mungkin tertinggal.

Kemoterapi dapat digunakan dalam cara yang berbeda untuk mengobati kanker perut. Jika diberikan sebelum pembedahan, ini dikenal juga sebagai pengobatan neoadjuvant dan digunakan untuk menyusutkan tumor sehingga pembedahan lebih mudah dilakukan dan mengendalikan pertumbuhan sel-sel kanker.

Jika diberikan setelah pembedahan, ini disebut juga sebagai pengobatan ajuvan. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat dikombinasikan penggunaannya dan berguna untuk kanker yang tidak dapat diangkat seluruhnya melalui bedah.

Kemoterapi dapat diberikan sebagai pengobatan utama untuk kanker perut yang telah menyebar ke organ lain. Ini membantu untuk mengontrol penyebaran kanker dan beberapa pasien dapat bertahan hidup lebih lama.

Terapi bertarget. Pasien yang sesuai akan dianjurkan untuk melakukan pengobatan ini kombinasi dengan kemoterapi untuk meningkatkan harapan hidup bagi pasien kanker perut stadium lanjut. Terapi bertarget adalah sejenis kemoterapi khusus yang mengambil manfaat dari perbedaan antara sel-sel normal dan sel-sel kanker. Kadang digunakan tersendiri, akan tetapi umumnya terapi bertarget digunakan bersama pengobatan kanker lainnya.

Immunoterapi adalah sebuah pendekatan yang menggunakan obat untuk mencoba dan membantu system kekebalan tubuh melawan kanker.

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker