Kanker Kantong Empedu

Kanker Kantong Empedu

+62 822 7788 1868

Kanker kantong empedu adalah kanker yang tidak jarang terjadi. Di Malaysia, terdapat sekitar 0,8% kasus kanker baru yang dilaporkan untuk tahun 2007-2011 (Institut Kanker Malaysia).

Sekitar 85% kanker kantong empedu merupakan adenokarsinoma yang dimulai di sel-sel kelenjar yang melapisi kantong empedu (Pusat Pelayanan Kesehatan Nasional, Inggris). Terdapat 3 subtipe adenokarsinoma,

  • Adenokarsinoma Non-papilari
  • Adenokarsinoma Papilari
  • Adenokarsinoma Mucinous

Adenokarsinoma Non-papilari tercatat sebanyak lebih dari 75% dari kasus adenokarsinoma (Penelitian Kanker, Inggris). Adenokarsinoma papilari mempunyai prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan kanker kantong empedu jenis lain karena jarang menyebar pada organ sekitarnya,seperti hati dan kelenjar getah bening.  Sel-sel kanker pada adenokarsinoma Mucinous sering berada di kolam lendir dan merupakan kanker kantong empedu yang langka.

Gejala-gejala 

Pada stadium dini, kanker kantong empedu tidak menunjukkan gejala-gejala hingga penyakit memasuki tahap lanjut. Gejala-gejala umum dari kanker kantong empedu termasuk :

  • Perut terasa sakit
  • Mual dan muntah
  • Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
  • Benjolan pada perut
  • Turunnya berat badan secara tiba-tiba

Gejala-gejala lain termasuk kulit terasa gatal, air seni berwarna gelap dan tinja berwarna lebih terang dan berminyak.

Tahap-tahap Penyakit 

Secara tipikal, kanker dengan stadium awal mempunyai prognosis yang lebih baik dan menyebar dengan lambat dibandingkan dengan kanker stadium lanjut. Jika kanker kambuh kembali setelah pengobatan sepenuhnya, kanker akan ditahapkan kembali sesuai kondisinya dan diobati sekali lagi.

Diagnosa & Pengobatan 

Pada beberapa kasus, kanker kantong empedu didapati setelah pengangkatan kantong empedu untuk mengobati batu empedu atau infeksi kronis. Ketika gejala-gejala dirasakan, sebuah pemeriksaan fisik akan dilakukan dan umumnya berfokus pada pemeriksaan benjolan yang ada pada perut, lunak atau berisi cairan. Pencitraan ultrasound sering digunakan untuk membantu menemukan tumor dan memeriksa apakah tumor telah tumbuh pada daerah sekitar.

Tujuan utama pengobatan adalah untuk mengangkat tumor yang bersifat kanker secara keseluruhan dengan memotongnya. Ada beberapa kali operasi yang digunakan untuk kanker kantong empedu. Kolesistektomi adalah sebuah prosedur untuk mengangkat kantong empedu secara keseluruhan termasuk semua kelenjar getah bening di daerah tersebut dan juga sedikit jaringan hati. Reseksi kantong empedu radikal adalah sebuah pembedahan untuk mengangkat kantong empedu, bagian hati, saluran empedu dan bagian ligamen antara hati dan usus dan kelenjar getah bening sekitar pankreas dan pembuluh darah.

Terapi radiasi adalah sebuah pilihan pengobatan lain. Jenis terapi radiasi yang paling umum untuk mengobati kanker kantong empedu adalah sistem terapi sinar radiasi eksternal. Terapi radiasi boleh digunakan untuk mengurangi ukuran tumor sebelum pembedahan atau untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa setelah pembedahan.

Bergantung pada cara pengobatan yang ditentukan oleh ahli onkologi, kemoterapi mungkin digunakan sebagai sistem pengobatan untuk kanker kantong empedu. Kemoterapi menggunakan obat untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan mencegahnya untuk bertumbuh dan menyebar. Metode umum untuk menjalani kemoterapi termasuk tabung intravena (IV) dimasukkan ke dalam pembuluh darah dengan menggunakan sebuah jarum melalui suntikan atau dengan meminum pil.

Faktor-faktor Resiko

Ada beberapa faktor-faktor resiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena kanker kantong empedu dan kebanyakan berkaitan dengan radang kronis pada kantong empedu. Mengetahui faktor pemicu yang menyebabkan kanker dapat menolong manusia untuk memahami bahwa pilihan gaya hidup mempengaruhi kesehatan mereka.

Faktor pemicu yang paling umum, adalah batu empedu. Ini adalah formasi yang dapat menyebabkan radang kronis. Bagaimanapun, hanya sebesar 1% orang dengan batu empedu yang terkena kanker kantong empedu.

Kondisi seperti kantong empedu porselen, di mana dinding kantong empedu tertutupi dengan endapan kalsium juga merupakan faktor pemicu terkena penyakit ini. Orang dengan kondisi ini mempunyai resiko yang lebih besar terkena kanker kantong empedu.

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, wanita beresiko 2 kali lebih besar terkena kanker kantong empedu dibandingkan dengan pria yang disebabkan oleh hormon estrogen ditemukan pada wanita. Usia adalah sebuah faktor pemicu sebagaimana kasus kantong empedu umumnya ditemukan pada orang yang berusia lebih dari 70 tahun. Riwayat keluarga dan genetik juga berperan dalam meningkatkan resiko seseorang terkena kanker kantong empedu.

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker