Kanker Telinga, Hidung, Tenggorokan

Kanker Telinga, Hidung, Tenggorokan

+62 822 7788 1868

Kanker THT juga dikenal sebagai kanker Kepala dan Leher, yaitu kelompok kanker yang mempengaruhi organ jaringan lunak di daerah kepala dan leher, termasuk kanker nasofaring, kanker rongga mulut, kanker bibir dan kanker hidung dan pranasal sinus, laring, orofaring, hipofaring, tiroid dan kelenjar air liur.

Kanker Kepala dan Leher adalah jenis kanker yang paling umum didapati di Malaysia. Pada tahun 2006, sebanyak 2,884 kasus kanker kepala dan leher dilaporkan di Semenanjung Malaysia, menjadikannya sebagai jenis kanker terbanyak terlepas dari kanker payudara pada kaum wanita (3,525 kasus), diikuti oleh kanker kolorektal (2,866 kasus) dan kanker paru-paru (2,048 kasus).

The most frequent head and neck cancers were Nasopharyngeal, Thyroid, Oral,
Laryngeal, Salivary Gland cancer, Pharyngeal, and Sinonasal cancer.

Jenis kanker kepala dan leher yang paling banyak terjadi adalah Nasofaring, Tiroid, Mulut, Laring, Kanker Kelenjar Air Liur dan Kanker Sinonasal.

Studi kanker kepala dan leher di Malaysia menunjukkan bahwa kaum pria 1.2 kali lebih rentan terkena kanker jenis ini dibanding kaum wanita, di mana pria biasanya menderita kanker nasofaring, laring dan faring.

Kanker hidung adalah lebih banyak didapati pada kaum pria, kanker tiroid adalah lebih banyak diderita kaum wanita, dan kanker limfoma banyak didapati pada kaum pria maupun wanita. Terdapat kemungkinan 1 : 100 terserang salah satu jenis kanker ini pada usia 75 tahun.

Gejala-gejala

Ada beberapa tanda dan gejala untuk kanker Kepala dan Leher. Konsultasikan pada dokter jika terdapat benjolan pada leher yang tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, benjolan itu tidak berasa sakit dan semakin hari semakin membesar.

Benjolan pada leher

Benjolan pada leher bisa muncul pada kanker limfoma, hidung dan tiroid, demikian juga pada kanker THT lainnya. Posisi benjolan pada leher dapat memberikan petunjuk penyebab terjadinya benjolan tersebut.

Kanker hidung

Pada kanker hidung tertentu, hidung berdarah juga dapat merupakan gejala kanker. Khususnya bila pendarahan itu sering terjadi, dalam jumlah sedikit atau diiringi dengan sakit kepala atau bau yang tidak sedap, bila gejala ini dirasakan sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Sariawan, bengkak atau luka dalam mulut

Sariawan, bengkak atau luka dalam mulut yang tidak hilang dalam waktu seminggu sebaiknya diperiksakan ke dokter. Hal ini sangat penting khususnya jika gejala disertai dengan benjolan di leher.

Suara serak

Suara serak boleh menjadi indikasi kanker pita suara. Ia juga boleh merupakan indikasi dari kanker tiroid. Hal ini Karena saraf pita suara berada sangat dekat di belakang kelenjar tiroid dan dapat dipengaruhi oleh kanker yang terjadi dalam kelenjar itu.

Kesulitan menelan makanan

Kesulitan menelan makanan dapat menjadi gejala kanker tenggorokan, dan sebaiknya periksakan diri ke dokter. Esofagoskopi mungkin diperlukan unuk menemukan penyebabnya.

Rasa sakit atau telinga tersumbat

Rasa sakit atau telinga tersumbat boleh disebabkan karena tumor di hidung atau tenggorokan. Kanker hidung mungkin diawali dengan gejala telinga tersumbat atau adanya rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang tiba-tiba muncul di sekitar telinga.

Diagnosa dan Pengobatan

Jika seseorang mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, pemeriksaan THT secara keseluruhan sangat dianjurkan. Endoskopi rongga hidung umumnya diperlukan jika dicurigai adanya gejala kanker hidung atau sebab-sebab yang lain.

Endoskopi rongga hidung dilakukan dengan memasukkan sebuah kamera fleksibel yang tipis ke dalam hidung untuk memeriksa hidung dan tenggorokan. Pemeriksaan ini hanya memerlukan waktu beberapa menit dan tanpa rasa sakit. Endoskopi hidung dapat memeriksa dari tenggorokan turun ke bawah hingga ke kotak suara; jika pemeriksaan hingga ke saluran makanan, maka esofagoskopi dianjurkan untuk dilakukan.

Untuk kasus di mana dicurigai adanya kanker di dalam hidung atau tenggorokan, sampel jaringan harus dikirim ke laboratorium untuk didiagnosa lebih lanjut. Untuk kanker hidung, prosedur ini dapat dilakukan di klinik dengan menggunakan bius lokal dan endoskopi untuk memandu biopsi. Dengan adanya kanker di bagian dalam tenggorokan, misalnya pada kotak suara, bius total atau alat khusus biasanya diperlukan untuk masuk ke bagian tersebut.

Kanker THT dapat berhasil diobati, dan semakin awal kanker dideteksi, semakin mudah diobati. Efek samping dari pengobatan dini juga lebih sedikit. Sangatlah penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika dirasakan adanya gejala-gejala yang telah disebutkan di atas.

Bedah, terapi radiasi dan kemoterapi adalah pengobatan utama untuk kanker kepala dan leher. Jenis pengobatan yang tepat bervariasi tergantung pada jenis dan stadium kanker.

Meskipun pengobatan awal umumnya memberikan hasil yang positif, pemeriksaan berkala diperlukan untuk memantau tumbuh tidaknya penyakit dan Halcyon dikhususkan untuk mengobati penyakit kanker yang kambuh lagi dikarenakan ketepatannya dalam mengobati penyakit, yang kritis dalam pengaturan re-irradiasi. Pengobatan ulang dianggap beresiko tinggi karena resiko kerusakan jaringan dan menyelamatkan jaringan normal sekitarnya adalah paling penting.

Faktor-faktor Resiko

Penggunaan alkohol dan tembakau (termasuk jenis tembakau tanpa asap, kadang disebut “tembakau sugi” atau “sedotan”) adalah faktor-faktor resiko terpenting untuk kanker kepala dan leher, khususnya kanker rongga mulut, orofaring, hipofaring dan laring.

Sedikitnya 75% kanker kepala dan leher disebabkan oleh penggunaan tembakau dan alkohol. Orang yang menggunakan tembakau dan alkohol sekaligus mempunyai resiko yang lebih besar terkena kanker jenis ini daripada mereka yang menggunakan tembakau ataupun alkohol saja. Penggunaan tembakau dan alkohol bagaimanapun bukan merupakan faktor penyebab terjadinya kanker kelenjar air liur.

Terinfeksi dengan HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker, khususnya HPV tipe 16 boleh merupakan faktor pemicu beberapa jenis kanker kepala dan leher, khususnya kanker orofaring yang melibatkan amandel atau pangkal lidah.

Faktor-faktor resiko kanker kepala dan leher termasuk mengunyah daun sirih; mengonsumsi makanan berpengawet atau asin; kesehatan mulut yang buruk; pekerjaan yang selalu terkena paparan debu kayu, asbes dan serat sintetis; paparan radiasi; infeksi virus Epstein-Barr, keturunan, khususnya keturunan bangsa Cina, adalah sebuah faktor pemicu kanker nasofaring.

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker