Kanker Testis

Kanker Testis

+62 822 7788 1868

Kanker testis atau kanker pada testis terjadi ketika sel-sel kanker terbentuk pada satu atau kedua bagian testis. Sel-sel ini mulai berubah atau berkembang tidak terkendali, membentuk sebuah gumpalan atau tumor. Sel=sel ini dapat menyerang aliran darah dan sistem limfa dan menyebar sehingga menyebabkan adanya tumor di bagian tubuh lain yang disebut metastasis.

Kanker testis paling sering terdeteksi sebagai benjolan tanpa rasa sakit pada salah satu bagian testis. Kanker testis dapat diobati dan merupakan salah satu jenis kanker yang paling mungkin untuk disembuhkan. Sangatlah penting untuk mendeteksi kanker testis pada stadium awal di mana indeks kesembuhan hampir mencapai 100%. Karena itulah mengapa pemeriksaan sendiri yang dimulai sejak remaja merupakan kunci deteksi diri untuk kanker testis.

Angka kematian per tahun per 100,000 orang pasien kanker testis di Malaysia telah meningkat sebanyak 10.8% sejak tahun 1990 dengan rata-rata 0.5% per tahun.

Kanker testis adalah jenis kanker paling umum yang menyerang kaum pria berusia antara 15 hingga 35 tahun, tetapi juga menyerang pria pada segala usia, kapan saja. Kanker ini lebih sering menyerang pria berusia 65 tahun ke atas. Umumnya, kanker ini merupakan jenis kanker yang membelah dengan cepat, menyerang pria pada usia muda. Untuk semua kasus kanker testis secara keseluruhan angka kelangsungan hidup 5 tahun adalah 95% dengan catatan terdeteksi awal.

Tanda & Gejala

Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker testis, jadi pencegahan/perlindungan terbaik adalah sadar akan resiko, tanda dan gejala dan deteksi awal dengan melakukan pemeriksaan testis sendiri. Pengobatan cepat akan memberikan hasil terbaik.

Tanda dan gejala kanker testis pada umumnya termasuk :

  • Benjolan tanpa rasa sakit atau pembengkakan testis
  • Perubahan rasa pada testis
  • Rasa sakit pada bagian selangkangan atau perut bagian bawah
  • Penimbunan cairan di dalam skrotum
  • Rasa sakit atau tidak nyaman pada testis atau skrotum
  • Skrotum terasa berat atau bengkak
  • Payudara membesar atau lebih lunak

Faktor-faktor Resiko

Kanker testis pada umumnya ditemukan pada pria berusia muda. Penyebab pasti dari kanker testis tidak diketahui dan banyak pria tanpa faktor-faktor pemicu juga terkena kanker testis. Adanya kaitan erat antara gaya hidup tertentu, kebiasaan atau aktivitas, seperti kaitan bersepeda dengan kanker testis belum dapat dipastikan. Luka dan keseleo tidak memicu resiko terkena kanker testis.

Pria muda berusia antara 15-35 tahun adalah beresiko tinggi terkena kanker testis. Bagaimanapun juga, ini dapat terjadi pada pria segala usia.

Mempunyai ayah, saudara laki-laki atau paman dengan riwayat penyakit kanker testis juga dapat memicu resiko terkena kanker testis.

Diagnosa & Pemeriksaan

Untuk mendiagnosa kanker testis, dokter memerlukan riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik. Jika benjolan atau ketidaknormalan terdeteksi, dokter akan menyarankan untuk melakukan pencitraan ultrasound bagian skrotum. Jika pencitraan ultrasound mengindikasikan bahwa terdapat tumor padat dalam testis, maka pembedahan diperlukan untuk mengangkat testis dan melakukan pemeriksaan tumor untuk mengetahui apakah tumor bersifat kanker atau tidak. Sayangnya, biopsi tidak dianjurkan untuk kanker testis Karena biopsi dengan sendirinya dapat meningkatkan peluang penyebaran kanker pada bagian tubuh lain. Jika tumor dipastikan bersifat kanker, maka pemeriksaan lain akan diwajibkan untuk dijalani, seperti : x-ray dada, CT scan dan pemeriksaan darah untuk menentukan seberapa parah kankernya dan apakah telah menyebar.

Dokter anda akan memeriksa testis anda dengan menggulirkannya secara perlahan di antara 2 jari dan jempol untuk mengecek apakah terdapat benjolan yang tidak normal. Dokter juga akan mengecek bagian selangkangan anda, perut, ketiak dan leher untuk melihat apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter juga akan memeriksa apakah payudara menjadi lunak atau membesar dan memeriksa bunyi paru-paru anda.

Ultrasound skrotum adalah prosedur non-invasif tanpa rasa sakit di mana gelombang suara berfrekuensi tinggi digunakan untuk menghasilkan gambar bagian dalam skrotum dan testis. Ia menggunakan teknologi yang sama yang digunakan pada wanita hamil ketika mereka menjalani sonogram. Gambar akan menunjukkan jika terdapat benjolan padat, pembengkakan atau cairan dalam skrotum.

Jenis-jenis

Sel-sel yang menghasilkan sperma disebut sel germinal. Hampir semua kanker testis (95%) berawal dari sel germinal ini dan disebut sebagai tumor sel germinal atau GCT.

Tumor sel germinal diklasifikasikan lebih lanjut menjadi seminoma atau non seminoma. Terdapat jenis kanker lain yang dapat berkembang pada testis tetapi sangatlah jarang dan hanya akan dibahas secara singkat.

Enam puluh persen tumor sel germinal adalah seminoma dan sisanya adalah non seminoma. Tiap jenis tumor sel germinal ini mempunyai sifat yang berlainan. Seminoma cenderung untuk menyebar lebih lambat sementara non seminoma cenderung untuk menyebar dan bermetastasis lebih cepat. Perlu diketahui bahwa tumor seminoma hanya mengandungi seminoma. Jika tumor mengandung kedua jenis sel baik seminoma dan non seminoma, maka tumor dianggap sebagai non seminoma. Terdapat kondisi pra-kanker yang disebut carcinoma in situ.

Stadium

Cara penyebaran kanker testis dapat diprediksi. Terkecuali adanya koriokarsinoma. Penyebaran ini juga mengindikasikan stadium kanker testis anda. Stadium adalah cara untuk menggambarkan seberapa besar tumor pada kanker testis, pertumbuhan tumor tersebut dan apakah telah menyebar pada bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening dan organ lainnya.

Pengobatan

Kanker testis dapat diobati khususnya bila terdeteksi awal. Dengan deteksi awal, pengobatan menjadi lebih efektif dan seringkali menjadi kurang agresif dibandingkan bila kanker terdeteksi pada stadium lanjut. Pengobatan termasuk pembedahan, terapi radiasi dan/atau kemoterapi. Pengobatan bergantung pada jenis dan stadium kanker testis juga pada pilihan pasien.

kemoterapi sering digunakan unutk mengobati kanker testis ketika telah menyebar keluar testis atau untuk mengurangi resiko kanker kambuh kembali setelah testis diangkat. Kemoterapi tidak digunakan untuk mengobati kanker yang hanya terdapat dalam testis.

Dokter memberikan kemoterapi berdasarkan siklus, di mana setiap periode pengobatan diikuti dengan jeda untuk beristirahat agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih. Siklus kemoterapi umumnya berlangsung sekitar 3 hingga 4 minggu.

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker