Limfoma

+62 822 7788 1868

[/row_inner]

Limfoma mengacu pada sekelompok kanker darah yang berkembang dalam sistem limfatik. Sistem limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi dan menguras cairan berlebihan dari jaringan tubuh. Terdapat dua jenis limfoma, yaitu limfoma Hodgkin yang juga dikenal sebagai penyakit Hodgkin; dan limfoma lainnya disebut juga limfoma non-Hodgkin lymphomas.

Limfoma Hodgkin merupakan satu di antara jenis kanker yang paling dapat disembuhkan. Ia dinamakan sesuai nama dokter yang pertama kali menemukan penyakit ini.

Ada banyak jenis limfoma non-Hodgkin. Limfoma agresif atau tingkat tinggi tumbuh dan menyebar dengan cepat. Limfoma non agresif atau tingkat rendah tumbuh dengan lambat dan mempunyai beberapa gejala atau tidak menampakkan gejala.

Limfoma dapat berawal hampir pada bagian tubuh manapun. Ia dapat berawal pada kelenjar getah bening atau pada organ seperti limpa dan bisa menyebar ke bagian manapun dari tubuh. Pengobatan yang dijalani dapat mengobati beberapa orang dan memperpanjang hayat hidup selama 5 tahun. Seberapa baik pengobatan bekerja umumnya bergantung pada jenis limfoma dan kapan ia terdiagnosa.

Kebanyakan limfoma merupakan limfoma non-Hodgkin. Pada orang dewasa, limfoma non-Hodgkin lebih banyak menyerang pria dibanding wanita. Ini umumnya terjadi antara usia 60 dan 70.

Limfoma non-Hodgkin lebih sering didapati selama beberapa dekade terakhir. Hal ini mungkin berkaitan dengan meningkatnya jumlah orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh tertekan, seperti orang yang terinfeksi dengan virus HIV dan mereka yang menjalani transplantasi organ dan harus mengonsumsi obat untuk merubah sistem kekebalan tubuh.

Usia merupakan penentu utama jenis limfoma non-Hodgkin. Limfoma yang tumbuh dengan lambat (tingkat rendah) lebih rentan terjadi pada orang yang berusia lebih tua. Limfoma non-Hodgkin yang tumbuh dengan cepat (agresif tingkat tinggi) biasanya menyerang anak-anak dan remaja. Limfoma diklasifikasikan menurut karakteristik spesifik sel-sel kanker dan bagian tubuh yang diserang.

Gejala-gejala

Gejala utama dari limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin adalah pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, di bawah lengan, atau pada selangkangan. Gejala-gejala lain termasuk demam, berkeringat pada malam hari, selalu merasa lelah dan berkurangnya berat badan secara tiba-tiba.

Karena pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh limfoma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, maka ia mungkin membesar selama jangka waktu tertentu sebelum akhirnya tampak dengan jelas. Juga, demam datang dan pergi selama beberapa minggu. Bahkan penurunan berat badan mungkin terus berlanjut selama beberapa bulan sebelum berkonsultasi ke dokter.

Diagnosa

Diagnosis biasanya berawal dengan pemeriksaan fisik oleh dokter yang memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening dan organ pada tubuh untuk mencari tanda-tanda penyakit. Jika dicurigai adanya limfoma, seorang dokter akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk memeriksa jumlah dan tampilan sel darah. Terkadang diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah khusus yang disebut flow cytometry. Pemeriksaan ini adalah sebuah cara untuk mengurutkan dan mengidentifikasi jenis-jenis yang berbeda dari sel dalam darah termasuk sel limfatik yang bersifat kanker.

Dokter juga mungkin menganjurkan biopsi kelenjar getah bening untuk memastikan hasil diagnosis. Pada pemeriksaan ini, semua atau sebagian kelenjar getah bening diangkat dengan menggunakan sebuah jarum atau melalui operasi kecil. Dokter spesialis kemudian mengamati jaringan untuk memeriksa limfoma.

Pemeriksaan lain, seperti CT scan atau MRI bagian dada atau perut dan/atau PET scan mungkin juga diperlukan dalam beberapa kasus. Biopsi sumsum tulang sering dilakukan.

Pemeriksaan tambahan ini biasanya dilakukan untuk menentukan stadium limfoma. Stadium berkisar dari Stadium I (kanker terbatas pada satu daerah, seperti pada satu kelenjar getah bening) hingga Stadium IV (kanker tumbuh pada banyak kelenjar getah bening pada tubuh atau pada sumsum tulang atau organ lain).

Terkadang, operasi laparaskopi dapat dilakukan untuk membantu menentukan stadium kanker.

Limfoma Hodgkin seringkali dapat diobati. Durasi limfoma non-Hodgkin bervariasi dan beberapa jenis tumbuh dengan lambat. Dalam kasus ini, pengobatan mungkin ditunda hingga gejala-gejala muncul. Secara umum, baik limfoma Hodgkin maupun limfoma non-Hodgkin akan terus memburuk kecuali diobati.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah limfoma. Tetapi resiko terkena penyakit ini dapat dikurangi dengan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari terinfeksi virus HIV.

Pengobatan

Radiasi merupakan pengobatan umum untuk penyakit Hodgkin yang terlokalisasi pada sekelompok kelenjar getah bening. Untuk penyakit Hodgkin stadium lanjut, mungkin dilakukan kombinasi antara kemoterapi dengan beberapa obat yang berbeda.

Pengobatan untuk limfoma non-Hodgkin bergantung pada tingkat limfoma (rendah atau tinggi), stadium penyakit dan usia maupun kondisi kesehatan pasien. Limfoma tingkat rendah (tumbuh dengan lambat), yang lebih sering menyerang orang tua, mungkin tidak memerlukan pengobatan sesegera mungkin jika tidak menunjukkan gejala apapun. Terapi agresif dini tidak memperbaiki kelangsungan hidup pada kebanyakan limfoma tingkat rendah.

Pada limfoma tingkat rendah tahap lanjut atau yang menunjukkan gejala dapat diobati dengan berbagai cara. Pilihan terapi bergantung pada usia penderita dan apakah mempunyai masalah kesehatan lainnya. Kemoterapi dosis rendah tidak akan menyembuhkan limfoma tetapi dapat membantu mengurangi jumlah sel-sel kankernya. Terapi yang lebih agresif dapat mencakup kemoterapi dosis tinggi, terkadang dengan imunoterapi yang menggunakan senyawa biologis. Dokter juga mungkin mempertimbangkan transplantasi sumsum tulang.

Pada transplantasi sumsum tulang, sel-sel sumsum tulang dimatikan dan sel-sel sumsum tulang bebas kanker disuntikkan. Sel-sel induk merupakan sel-sel yang belum matang yang tumbuh dalam sel-sel darah. Pada transplantasi sel induk, sel induk pasien diangkat dan dirawat untuk membunuh kanker sebelum disuntikkan kembali pada pasien.

Imunoterapi diambil dari sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel kanker atau membatasi pertumbuhannya. Antibodi monoklonal merupakan bentuk terapi biologis yang umumnya digunakan untuk mengobati limfoma, dan ini merupakan protein khusus yang menyerang sel-sel tertentu.

Antibodi monoklonal disuntikkan ke dalam aliran darah dan dapat digunakan sendiri untuk mengangkut obat-obatan, racun atau zat radioaktif ke sel-sel kanker.

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker