Kanker Kolorektal

Kanker Kolorektal

 +62 822 7788 1868

Kanker kolon/usus besar adalah salah satu penyebab utama dari penyakit kanker mematikan di Malaysia. Meskipun demikian, kurangnya pengetahuan akan tanda-tanda dan gejala-gejala kanker usus besar dapat menghambat pengobatan. Kesadaran masyarakat akan meningkatnya kejadian kanker kolorektal dan tingkat partisipasi untuk melakukan pemeriksaan kanker kolorektal rendah.

Kanker usus besar terjadi bila sel-sel abnormal atau sel-sel yang menjadi ganas muncul dalam jaringan usus besar yang disebut kolon dan/atau rektum. Secara kolektif, tumor ini mengacu pada kanker kolorektal.

Di Malaysia, kanker kolorektal adalah kanker kedua paling banyak diderita oleh pria dan kanker ketiga terbanyak pada wanita dan ia juga merupakan kanker kedua yang paling banyak menyebabkan kematian di kalangan wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks. Beban ekonomi sebagai akibat biaya pengobatan dari kanker kolorektal cukup besar dan kemungkinan akan meningkat seiring perkembangan waktu di Malaysia dikarenakan semakin banyaknya kasus kanker kolorektal sekarang ini.

Gejala-gejala

Gejala kanker kolorektal boleh berkembang secara diam-diam, seperti anemia akibat kurang darah atau bahkan non spesifik, seperti berkurangnya berat badan. Biasanya pasien mengeluh adanya perubahan kebiasaan dalam buang air; baik diare, sembelit atau perubahan konsistensi tinja. Pertumbuhan tumor pada dinding sebelah kiri bawah khususnya pada rektum boleh menyebabkan adanya perasaan buang air yang tidak tuntas disebut tenesmus. Perubahan bentuk atau warna tinja khususnya jika berwarna merah cerah atau merah gelap dapat juga menjadi indikasi adanya pendarahan yang disebabkan kanker kolorektal.

Nyeri perut yang berkesinambungan, seperti sering kembung, perut terasa penuh dan kram disertai dengan jarangnya buang air besar dapat mengindikasikan kerusakan usus yang akan terjadi secara mendadak. Hal ini mungkin diawali dengan tinja yang lebih cair. Pasien mungkin juga disertai dengan gejala-gejala yang lebih mengkhawatirkan, seperti rasa sakit karena organ hati membesar disebabkan metastasis atau mengalami penurunan berat badan dan nafsu makan dan rasa letih yang tidak berdasar.

Pemeriksaan dan Diagnosa

Pemeriksaan untuk kanker kolorektal pada umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker sebelum munculnya gejala-gejala apapun.

Orang yang mengunjungi dokter untuk pemeriksaan kanker kolorektal, perlu memastikan resiko anda dengan pemeriksaan klinis dan fisik secara lengkap untuk mengidentifikasi kelompok resiko penyakit dan menentukan langkah pengawasan yang diperlukan. Kelompok orang tertentu mungkin mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada mereka yang normal, mungkin memerlukan pengawasan yang lebih sering dan mungkin memulai pemeriksaan kesehatan mereka lebih awal.

Pemeriksaan untuk kanker kolorektal menggunakan tes darah samar pada feses (Fecal Occult Blood Testing/FOBT yang mendeteksi darah dalam tinja),sigmoidoskopi atau kolonoskopi pada orang dewasa mungkin dianjurkan.

Dokter mungkin melakukan beberapa pemeriksaan untuk menghasilkan diagnosa. Kolonoskopi adalah sebuah pemeriksaan yang membolehkan dokter anda untuk melihat ke dalam lapisan usus besar anda (rektum dan kolon). Dokter menggunakan sebuah tabung fleksibel yang tipis yang disebut kolonoskop untuk melihat ke dalam kolon. Kolonoskopi membantu untuk menemukan ulkus, polip pada kolon, tumor dan bagian yang mengalami inflamasi atau pendarahan. Melalui kolonoskopi, sampel jaringan dapat diambil (biopsi) dan adanya pertumbuhan yang tidak normal dapat diangkat. Kolonoskopi dapat juga digunakan sebagai sebuah pemeriksaan kesehatan untuk memeriksa adanya pertumbuhan yang bersifat kanker atau prakanker pada kolon atau rektum (polip).

Sepeti halnya dengan penyakit lainnya, pencegahan adalah lebih baik daripada mengobati. Ketika orang tidak dapat mencegah timbulnya kanker kolorektal, resiko berkembangnya penyakit ini dapat dikurangi dengan makanan yang kaya akan serat, olahraga dan menjaga berat badan yang sehat. Deteksi dini diikuti dengan pengobatan yang cepat dan tepat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Tahap-tahapan

Stadium I – Kanker terbatas pada lapisan tipis kolon atau rektum.

Stadium II – Kanker menyebar melalui dinding kolon atau rektum.

Stadium III – Kanker menyebar pada kelenjar getah bening terdekat.

Stadium IV – Kanker menyebar pada bagian tubuh yang lebih jauh, seperti hati atau paru- paru.

Pengobatan

Seperti penyakit kanker pada umumnya, pengobatan kanker kolorektal bergantung pada lokasi spesifik dan tingkat parahnya penyakit.

Bedah adalah bentuk pengobatan paling umum untuk kanker kolorektal dan bertujuan untuk menghilangkan tumor dan sebagian usus yang sehat dan kelenjar getah bening terdekat. 

Beberapa orang mungkin memerlukan kolostomi, yaitu prosedur pembedahan di mana sebagian dari usus besar dibawa keluar melewati dinding abdomen untuk mengeluarkan feses atau kotoran dari tubuh ke kantong kolostomi pasien. Pembukaan ini biasanya bersifat sementara tetapi pada beberapa kasus mungkin bersifat permanen.

Selepas pembedahan kanker kolorektal, beberapa pasien mungkin memerlukan kemoterapi untuk mengurangi resiko kambuhnya kanker.

Kemoterapi (dan juga terapi bertarget) digunakan pada pasien dengan tingkat kanker yang lebih parah untuk membantu pasien hidup lebih panjang dan mengurangi gejala kanker yang muncul. Pasien yang lebih tua akan merasakan manfaat dari pengobatan ini.

Terapi Radiasi mempunyai indikasi spesifik dan biasanya digunakan sebelum bedah kanker rektal. Pengobatan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menggunakan arus listrik pada pasien seperti yang sering dipikirkan. 

Terapi Bertarget, ketika kemoterapi standar merusak semua sel dalam tubuh, terapi bertarget mengarahkan obat atau zat yang dibuat khusus (contohnya: protein system kekebalan tubuh yang dikembangkan di lab) untuk menyerang sel-sel kanker. Tujuan terapi bertarget adalah untuk menghalangi gen atau protein yang terdapat pada pertumbuhan tumor untuk menghalangi penyebaran penyakit, obata atau zat lain dirancang untuk menghalangi pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan mencegah sel-sel kanker membelah atau dengan menghancurkan secara langsung sel-sel kanker tersebut. Terapi bertarget berfungsi sebagai dasar bagi obat presisi yang menggunakan informasi mengenai profil DNA tumor untuk mengidentifikasi jenis pengobatan tambahan. Pengobatan yang disesuaikan menargetkan kelainan yang mungkin ditemukan pada setiap profil DNA tumor. Inovasi ini menandai pergeseran pengobatan tradisional yang dirancang untuk pasien pada umumnya kepada pengobatan yang lebih seksama. Terapi bertarget adalah ilmu pengetahuan yang berkembang dan bukan semua jenis kanker dapat diobati dengan obat bertarget.

Faktor-faktor Resiko

Kondisi-kondisi tertentu dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena kanker kolon. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko anda mungkin mengindikasikan pada anda untuk berwaspada terkena kanker kolon tetapi tidak berarti anda pasti terkena penyakit ini.

Faktor-faktor resiko yang berkaitan dengan perkembangan kanker kolorektal, antara lain :

  • Orang dengan riwayat polip atau kanker kolorektal
  • Mereka dengan riwayat keluarga pernah terkena kanker kolorektal
  • Mereka dengan riwayat terkena sindrom radang usus
  • Mereka dengan riwayat keluarga terkena kanker payudara, kandungan atau indung telur
  • Sering mengonsumsi daging merah, daging yang telah diproses, makanan berlemak dan kurang serat
  • Merokok dan minum minuman beralkohol
  • Faktor-faktor genetik

Lihat Semua Paket Pemeriksaan Kembali ke Jenis Kanker