Jenis kanker kepala dan leher yang paling banyak terjadi adalah:
Ada beberapa tanda dan gejala untuk kanker Kepala dan Leher. Konsultasikan pada dokter jika terdapat benjolan pada leher yang tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, benjolan itu tidak berasa sakit dan semakin hari semakin membesar.
Penggunaan alkohol dan tembakau (termasuk jenis tembakau tanpa asap, kadang disebut “tembakau sugi” atau “sedotan”) adalah faktor-faktor resiko terpenting untuk kanker kepala dan leher, khususnya kanker rongga mulut, orofaring, hipofaring dan laring.
Sedikitnya 75% kanker kepala dan leher disebabkan oleh penggunaan tembakau dan alkohol. Orang yang menggunakan tembakau dan alkohol sekaligus mempunyai resiko yang lebih besar terkena kanker jenis ini daripada mereka yang menggunakan tembakau ataupun alkohol saja. Penggunaan tembakau dan alkohol bagaimanapun bukan merupakan faktor penyebab terjadinya kanker kelenjar air liur.
Terinfeksi dengan HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker, khususnya HPV tipe 16 boleh merupakan faktor pemicu beberapa jenis kanker kepala dan leher, khususnya kanker orofaring yang melibatkan amandel atau pangkal lidah.
Faktor-faktor resiko kanker kepala dan leher termasuk mengunyah daun sirih; mengonsumsi makanan berpengawet atau asin; kesehatan mulut yang buruk; pekerjaan yang selalu terkena paparan debu kayu, asbes dan serat sintetis; paparan radiasi; infeksi virus Epstein-Barr, keturunan, khususnya keturunan bangsa Cina, adalah sebuah faktor pemicu kanker nasofaring.
Spesialis THT, Bedah Leher & Kepala
Bahasa Melayu, Cantonese, English, Hindustan
