SALURAN DARURAT: +603 7620 7979 / +603 7787 2992
beacon hospital logo

APA ITU SARKOMA?

Sarkoma adalah jenis kanker yang langka dan berasal dari jaringan ikat dalam tubuh. Jaringan ini mencakup tulang, otot, lemak, pembuluh darah, saraf, dan jaringan kulit bagian dalam. Berbeda dengan karsinoma yang berkembang dari sel epitel (lapisan permukaan), sarkoma berkembang dari sel mesenkimal, yaitu sel yang membentuk jaringan ikat tubuh.

Sarkoma secara umum dikategorikan ke dalam dua jenis utama:

Sarkoma Jaringan LunakSarkoma Tulang

Jenis sarkoma ini dapat berkembang pada berbagai jaringan lunak, termasuk otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan sendi. Terdapat banyak subtipe sarkoma jaringan lunak, masing-masing dengan karakteristik dan perilaku yang berbeda.

Beberapa subtipe yang umum antara lain:

  • Rhabdomyosarcoma: Kanker yang berkembang dari sel otot rangka, dan sering ditemukan pada anak-anak serta remaja.
  • Liposarcoma: Berasal dari sel lemak dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh.
  • Leiomyosarcoma: Tumbuh dari jaringan otot polos, yang terdapat di organ seperti lambung dan rahim.
  • Angiosarcoma: Jenis kanker langka yang berasal dari sel yang melapisi pembuluh darah.
  • Gastrointestinal stromal tumour (GIST): Dimulai dari saluran pencernaan, biasanya di lambung atau usus halus.
  • Ewing Sarcoma: Umumnya menyerang anak-anak dan remaja, dan biasanya ditemukan di tulang atau jaringan lunak.
  • Desmoplastic Round Cell Tumour: Jenis sarkoma jaringan lunak yang langka dan bersifat agresif.

Jenis ini secara khusus berasal dari tulang.

Beberapa jenis yang umum meliputi:

  • Osteosarcoma: Jenis sarkoma tulang yang paling umum, biasanya menyerang tulang panjang pada lengan dan kaki.
  • Chondrosarcoma: Berkembang dari sel tulang rawan dan dapat muncul di berbagai lokasi, termasuk panggul dan tulang rusuk.
  • Ewing Sarcoma: Juga diklasifikasikan sebagai sarkoma tulang, terutama menyerang anak-anak dan remaja.

Gejala sarkoma dapat sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan ukuran tumornya.

Tanda-tanda umum meliputi:

  • Benjolan atau pembengkakan yang terlihat di area yang terkena
  • Nyeri yang bisa memburuk seiring waktu, terutama jika tumor menekan saraf atau otot.
  • Pergerakan yang semakin terbatas jika tumor berada di dekat sendi.
  • Patah tulang atau nyeri tulang yang persisten pada kasus sarkoma tulang.

Sarkoma adalah jenis kanker yang kompleks dengan berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini. Meskipun memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak menjamin seseorang akan terkena sarkoma, faktor-faktor ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa faktor risiko utama yang terkait dengan sarkoma:

  • Faktor Genetik
    Sindrom Turunan: Beberapa kondisi genetik tertentu dapat secara signifikan meningkatkan risiko terkena sarkoma. Kondisi-kondisi tersebut meliputi neurofibromatosis tipe 1, sindrom Li-Fraumeni, retinoblastoma, dan sklerosis tuberosa.
  • Paparan Radiasi Sebelumnya
    Orang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker lain, seperti retinoblastoma, limfoma, atau kanker payudara, mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan sarkoma di area yang telah dirawat. Hal ini terutama berlaku untuk sarkoma jaringan lunak.
  • Paparan Zat Kimia
    Paparan terhadap zat kimia beracun tertentu, seperti herbisida, pestisida, dan khususnya Agent Orange, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena sarkoma. Paparan zat-zat ini di tempat kerja juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko tersebut.
  • Usia dan Jenis Kelamin
    Sarkoma dapat terjadi pada segala usia, tetapi beberapa tipe lebih umum pada kelompok usia tertentu. Misalnya, osteosarkoma sering didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, sementara tipe lain seperti liposarkoma lebih sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa jenis sarkoma mungkin lebih banyak terjadi pada salah satu jenis kelamin.
  • Kondisi Kronis
    Orang dengan kondisi kronis, seperti limfedema (pembengkakan akibat penyumbatan sistem limfatik), mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan sarkoma jaringan lunak.

Types

Sarkoma secara umum dikategorikan ke dalam dua jenis utama:

Sarkoma Jaringan Lunak

Jenis sarkoma ini dapat berkembang pada berbagai jaringan lunak, termasuk otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan sendi. Terdapat banyak subtipe sarkoma jaringan lunak, masing-masing dengan karakteristik dan perilaku yang berbeda.

Beberapa subtipe yang umum antara lain:

  • Rhabdomyosarcoma: Kanker yang berkembang dari sel otot rangka, dan sering ditemukan pada anak-anak serta remaja.
  • Liposarcoma: Berasal dari sel lemak dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh.
  • Leiomyosarcoma: Tumbuh dari jaringan otot polos, yang terdapat di organ seperti lambung dan rahim.
  • Angiosarcoma: Jenis kanker langka yang berasal dari sel yang melapisi pembuluh darah.
  • Gastrointestinal stromal tumour (GIST): Dimulai dari saluran pencernaan, biasanya di lambung atau usus halus.
  • Ewing Sarcoma: Umumnya menyerang anak-anak dan remaja, dan biasanya ditemukan di tulang atau jaringan lunak.
  • Desmoplastic Round Cell Tumour: Jenis sarkoma jaringan lunak yang langka dan bersifat agresif.

Sarkoma Tulang

Jenis ini secara khusus berasal dari tulang.

Beberapa jenis yang umum meliputi:

  • Osteosarcoma: Jenis sarkoma tulang yang paling umum, biasanya menyerang tulang panjang pada lengan dan kaki.
  • Chondrosarcoma: Berkembang dari sel tulang rawan dan dapat muncul di berbagai lokasi, termasuk panggul dan tulang rusuk.
  • Ewing Sarcoma: Juga diklasifikasikan sebagai sarkoma tulang, terutama menyerang anak-anak dan remaja.

Gejala

Gejala sarkoma dapat sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan ukuran tumornya.

Tanda-tanda umum meliputi:

  • Benjolan atau pembengkakan yang terlihat di area yang terkena
  • Nyeri yang bisa memburuk seiring waktu, terutama jika tumor menekan saraf atau otot.
  • Pergerakan yang semakin terbatas jika tumor berada di dekat sendi.
  • Patah tulang atau nyeri tulang yang persisten pada kasus sarkoma tulang.

Faktor Risiko

Sarkoma adalah jenis kanker yang kompleks dengan berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini. Meskipun memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak menjamin seseorang akan terkena sarkoma, faktor-faktor ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa faktor risiko utama yang terkait dengan sarkoma:

  • Faktor Genetik
    Sindrom Turunan: Beberapa kondisi genetik tertentu dapat secara signifikan meningkatkan risiko terkena sarkoma. Kondisi-kondisi tersebut meliputi neurofibromatosis tipe 1, sindrom Li-Fraumeni, retinoblastoma, dan sklerosis tuberosa.
  • Paparan Radiasi Sebelumnya
    Orang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker lain, seperti retinoblastoma, limfoma, atau kanker payudara, mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan sarkoma di area yang telah dirawat. Hal ini terutama berlaku untuk sarkoma jaringan lunak.
  • Paparan Zat Kimia
    Paparan terhadap zat kimia beracun tertentu, seperti herbisida, pestisida, dan khususnya Agent Orange, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena sarkoma. Paparan zat-zat ini di tempat kerja juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko tersebut.
  • Usia dan Jenis Kelamin
    Sarkoma dapat terjadi pada segala usia, tetapi beberapa tipe lebih umum pada kelompok usia tertentu. Misalnya, osteosarkoma sering didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, sementara tipe lain seperti liposarkoma lebih sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa jenis sarkoma mungkin lebih banyak terjadi pada salah satu jenis kelamin.
  • Kondisi Kronis
    Orang dengan kondisi kronis, seperti limfedema (pembengkakan akibat penyumbatan sistem limfatik), mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan sarkoma jaringan lunak.

Diagnosis

Diagnosis sarkoma melibatkan kombinasi tes pencitraan dan biopsi. Metode diagnostik utama meliputi:

Tes Pencitraan

Teknik seperti MRI dan CT scan digunakan untuk memvisualisasikan tumor serta menilai ukuran dan lokasinya.

Biopsi

Sampel tumor diambil untuk menentukan apakah tumor tersebut bersifat kanker dan untuk mengidentifikasi jenis sarkoma secara spesifik.

Pengobatan

Pengobatan sarkoma disesuaikan dengan individu berdasarkan jenis, lokasi, dan stadium kanker. Modalitas pengobatan yang umum meliputi:

Operasi

Pengobatan utama untuk banyak sarkoma, bertujuan untuk mengangkat tumor beserta jaringan sehat di sekitarnya. Kompleksitas operasi bervariasi tergantung ukuran dan lokasi tumor.

Radioterapi

Sering digunakan bersamaan dengan operasi untuk menghilangkan sel kanker yang tersisa.

Kemoterapi

Dapat digunakan, terutama untuk tipe sarkoma tertentu, guna menyerang sel kanker di seluruh tubuh.

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah sarkoma; menjalani gaya hidup sehat dengan berhenti merokok dan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya dapat membantu mengurangi risiko.

Bagi individu dengan riwayat keluarga sarkoma atau gangguan genetik yang meningkatkan risiko (seperti sindrom Li-Fraumeni atau neurofibromatosis), konseling genetik bisa sangat bermanfaat. Ini dapat membantu menilai risiko pribadi dan membahas strategi pemantauan yang mungkin dilakukan.

Meskipun tidak ada teknik skrining khusus untuk sarkoma, kesadaran dini terhadap benjolan atau pembengkakan yang tidak normal dan membicarakannya dengan tenaga medis dapat membantu deteksi dan pengobatan lebih dini. Pemeriksaan rutin juga penting untuk memantau bila ada perubahan dalam kesehatan Anda.

Prognosis

Prognosis sarkoma sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis sarkoma, stadium saat diagnosis, lokasi tumor, dan kondisi kesehatan keseluruhan pasien. Pasien disarankan untuk berdiskusi dengan tenaga medis guna memahami situasi mereka yang unik serta pilihan pengobatan yang tersedia.

Pusat Spesialis Kanker

Selanjutnya

Tampilkan Berdasarkan Keahlian

Selanjutnya

Paket Pemeriksaan

Selanjutnya

Informasi

Jam Kunjungan:
10:00 – 22:00
Saluran Umum:
+603 7620 7979 +603 7787 2992
Saluran Janji Temu Konsultan:
+603 7118 7878 +6012 328 6913
Email:
info@beaconhospital.com.my
Pertanyaan Karir / SDM:
joinus@beaconhospital.com.my

Beacon Hospital Sdn. Bhd.

200301019556 (621976-D)
1, Jalan 215, Seksyen 51,
Off Jalan Templer,
46050 Petaling Jaya, Selangor.

Langganan Buletin Kami

Tetap terinformasi dengan tren kesehatan terbaru, saran ahli, dan acara terkini di Rumah Sakit Beacon.

Langganan Buletin Kami

Tetap terinformasi dengan tren kesehatan terbaru, saran ahli, dan acara terkini di Rumah Sakit Beacon.
© 2025 Beacon Hospital (寶康医院). SDN. BHD. 200301019556 (621976-D) | (KKLIU 3340/2025)