Sarkoma adalah jenis kanker yang kompleks dengan berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini. Meskipun memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak menjamin seseorang akan terkena sarkoma, faktor-faktor ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa faktor risiko utama yang terkait dengan sarkoma:
- Faktor Genetik
Sindrom Turunan: Beberapa kondisi genetik tertentu dapat secara signifikan meningkatkan risiko terkena sarkoma. Kondisi-kondisi tersebut meliputi neurofibromatosis tipe 1, sindrom Li-Fraumeni, retinoblastoma, dan sklerosis tuberosa. - Paparan Radiasi Sebelumnya
Orang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker lain, seperti retinoblastoma, limfoma, atau kanker payudara, mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan sarkoma di area yang telah dirawat. Hal ini terutama berlaku untuk sarkoma jaringan lunak. - Paparan Zat Kimia
Paparan terhadap zat kimia beracun tertentu, seperti herbisida, pestisida, dan khususnya Agent Orange, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena sarkoma. Paparan zat-zat ini di tempat kerja juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko tersebut. - Usia dan Jenis Kelamin
Sarkoma dapat terjadi pada segala usia, tetapi beberapa tipe lebih umum pada kelompok usia tertentu. Misalnya, osteosarkoma sering didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, sementara tipe lain seperti liposarkoma lebih sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa jenis sarkoma mungkin lebih banyak terjadi pada salah satu jenis kelamin. - Kondisi Kronis
Orang dengan kondisi kronis, seperti limfedema (pembengkakan akibat penyumbatan sistem limfatik), mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan sarkoma jaringan lunak.