Kebanyakan pasien patah panggul tidak dapat pulih dan kembali hidup secara mandiri dan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan. Selain itu, individu yang menderita patah tulang ringan berisiko meningkat secara substansial mengalami patah tulang kedua dan ketiga.
Sekitar separuh pasien yang menderita patah panggul sebelumnya telah patah tulang di bagian lain – yang disebut patah tulang ‘sinyal’ – sebelum patah panggul5. Oleh karena itu, disarankan untuk mengevaluasi dan mengobati osteoporosis pada pasien yang menderita patah tulang ringan guna mengurangi risiko patah tulang kedua dan ketiga, terutama pada panggul6.
Gejala Osteoporosis
Gejala yang terkait dengan patah tulang karena osteoporosis biasanya adalah rasa sakit; lokasi rasa sakit tergantung pada lokasi patah tulang. Patah tulang pada tulang belakang dapat menyebabkan rasa sakit yang parah yang menjalar dari belakang ke sisi tubuh dalam bentuk ‘sensasi seperti tali’ (band-like pain).
Gejala lainnya meliputi:
Tulang yang patah dengan mudah lebih dari yang diharapkan.
Kehilangan tinggi badan seiring waktu.
Pencegahan
Pencegahan patah tulang sekunder atau berulang telah diakui sebagai strategi penting dalam pengelolaan osteoporosis.
Di antara tindakan pencegahan untuk osteoporosis termasuk:
Obat-obatan yang dapat menghentikan kehilangan tulang.
Obat-obatan yang dapat meningkatkan pembentukan dan kekuatan tulang.
Perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol yang berlebihan, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi diet seimbang yang cukup kalsium dan vitamin D.
Namun, kesadaran akan intervensi paska-fraktur di kalangan masyarakat umumnya masih rendah. Dalam kebanyakan kasus, fraktur tersebut dianggap sebagai peristiwa akut oleh ahli bedah ortopedi atau dokter gawat darurat yang memberikan perawatan terbaik untuk fraktur tersebut. Pasien juga menganggap fraktur mereka sebagai peristiwa akut karena mereka tidak menyadari kelemahan tulang mereka.
Menyadari pentingnya memberikan perawatan pencegahan sekunder kepada pasien paska-fraktur, Beacon Hospital dengan bangga menjadi satu-satunya rumah sakit di Malaysia yang menerapkan program Fracture Liaison Service (FLS).
Dalam program FLS, evaluasi tulang dilakukan dan rencana personalisasi dikembangkan untuk individu guna menjaga kesehatan tulang dan mencegah fraktur di masa depan. Program ini diakui sebagai program penting di seluruh dunia untuk mencegah fraktur berikutnya dan oleh karena itu, menghasilkan penghematan biaya medis yang signifikan.