
Beacon Hospital dengan bangga telah berpartisipasi dalam survei Asia Pacific Orthopaedic Association (APOA) mengenai kesadaran dan sikap terhadap penanganan fraktur kerapuhan. Dilaksanakan pada tahun 2022 di Beacon Hospital dan dipimpin oleh Konsultan Ahli Bedah Ortopedi Dato’ Dr Lee Joon Kiong, survei ini menyoroti ketidakkonsistenan yang signifikan dalam perawatan fraktur kerapuhan di tingkat regional, meskipun beban populasi menua terus meningkat
Penemuan utama menunjukkan adanya kesenjangan dalam seluruh rangkaian perawatan: 59% pasien menerima pereda nyeri tepat waktu, namun hanya 25% yang menjalani operasi dalam waktu 48 jam setelah masuk rumah sakit. Perawatan pencegahan juga terbatas, dengan hanya sepertiga klinisi yang menilai risiko fraktur di masa depan pada fraktur selain pinggul dan vertebra. Akses terhadap layanan khusus masih belum memadai, dengan hanya sepertiga yang melaporkan ketersediaan layanan Orthogeriatric, dan kurang dari 25% memiliki Fracture Liaison Service (FLS).
Kesenjangan ini mendorong adanya Seruan Aksi regional untuk menstandarisasi perawatan fraktur kerapuhan di seluruh Asia Pasifik. Dipimpin oleh asosiasi ortopedi nasional, diperlukan upaya terkoordinasi untuk meningkatkan penanganan akut, rehabilitasi, dan pencegahan fraktur sekunder, sekaligus memperluas akses terhadap layanan khusus yang esensial.
Survei ini juga menjadi katalis bagi inisiatif multidisiplin baru yang melibatkan ahli bedah ortopedi, geriatris, spesialis rehabilitasi, ahli osteoporosis, perawat, serta tenaga kesehatan terkait lainnya, yang pada akhirnya mendorong pengembangan dan implementasi program peningkatan mutu di tingkat nasional.
Baca artikel asli yang telah dipublikasikan di sini: PubMed
