
Kesehatan tulang yang baik dan olahraga memiliki keterkaitan erat. Kesehatan tulang yang optimal mendukung performa, sementara olahraga rutin merangsang pembentukan tulang dan membantu menjaga kekuatan tulang sepanjang hidup, terutama pada masa pertumbuhan.
Kalsium dan vitamin D keduanya sangat penting dalam metabolisme tulang, dengan kekurangan vitamin D sangat berkaitan dengan peningkatan risiko cedera serta penurunan performa atletik. Kekuatan tulang merupakan hasil interaksi antara nutrisi, aktivitas fisik, dan regulasi hormon.
Risiko utama bagi atlet meliputi kekurangan vitamin D, ketersediaan energi yang rendah, dan penurunan kepadatan mineral tulang. Relative Energy Deficiency in Sport (RED-S) menyoroti bagaimana defisiensi energi kronis dapat mengganggu berbagai sistem fisiologis, sehingga melemahkan kesehatan tulang dan meningkatkan risiko fraktur stres. Pertimbangan tambahan mencakup Female and Male Athlete Triad, serta tantangan kesehatan tulang yang unik pada atlet Masters (atlet usia lanjut) dan atlet Para.
Meskipun pedoman internasional menekankan asupan vitamin D yang memadai serta latihan terarah untuk optimalisasi massa tulang, pencegahan dan penanganan yang efektif memerlukan pendekatan multidisiplin. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan memungkinkan identifikasi risiko secara dini, diagnosis yang akurat, serta intervensi yang dipersonalisasi, sehingga mendukung kesehatan tulang jangka panjang dan performa atletik yang berkelanjutan.
Baca artikel lengkap mengenai advokasi olahraga dan kesehatan tulang oleh Konsultan Ahli Bedah Ortopedi Dato’ Dr Lee Joon Kiong : Springer
